Yuk Memahami, Menerima, dan Mencintai Diri Sendiri

Tags

 

       


        

        Terkadang kita sulit untuk memahami siapa diri kita, apa potensi yang ada dalam diri kita, dengan cara apa kita harus mengembangkan potensi kita. Sebenarnya kita sudah memahami secara dasar karakteristik dalam diri kita, namun lingkunganlah yang menjadikan kita ragu dalam bersikap. Terkadang kita harus dipaksa melakukan hal-hal yang mana itu bukan diri kita, itu bukan keinginan kita, bahkan terkadang kita dipaksa untuk melakukan hal hal yang kita benci. Begitulah dunia bekerja.

                Tidak mengenal diri sendiri membuat kita tidak konsisten dalam bersikap dan berperilaku terhadap diri sendiri. Terkadang kita cenderung meniru tindakan-tindakan yang dilakukan orang lain. Kita menganggap diri kita lemah, kita menganggap diri kita tidak punya apa apa. Bahkan sesekali kita membenci diri sendiri.

                 kanapa aku dilahirkan? kenapa aku hidup dalam keluarga tidak berpunya ? kenapa aku jelek ? kenapa aku bodoh ? dan lebih parahnya lagi kenapa aku tidak seperti mereka ?

                kita sering tidak memahami bagaimana dunia bekerja, pandangan kita kurang luas mengenai dunia ini. Kita terkadang memandang diri kita dibawah dan orang disekitar kita diatas. Jarang sekali kita membandingkan diri kita dengan orang yang keadaanya lebih buruk daripada kita.

Bagaimana kita bisa mengendalikan diri kita tanpa adanya cinta dan kasih sayang terhadap diri sendiri. Suatu saat diri anda akan lelah oleh hati dan pikiran anda yang selalu mencaci. Suatu daar tubuh anda lemah terbaring tak berdaya

                Mungkin disaat itulah anda bisa berpikir dan mulai memahami. Jika itu benar benar terjadi maka pahamilah.

                Pahamilah jika tidak ada manusia yang bodoh. Setiap individu terlahir dengan kodratnya masing masing. Kita ini memiliki potensi hanya saja kita yang tidak tahu dan salah dalam berproses. Anggap saja diri anda hebat dalam bermain bola, namun disekolah nilai anda di sekolah buruk bahkan anda tidak naik kelas.

                Itu artinya bukan anda yang bodoh, namun pendidikan lah yang bodoh, Pendidikan membunuh potensi anak bangsa. Silahkan anda boleh menyalahkan siapapun, selama jangan pernah menyalahkan diri anda sendiri selama anda teguh dengan keyakinan anda, selagi itu benar, selagi tidak merugikan orang lain, selagi itu adalah hak anda, selagi anda menyakini dengan teguh itulah yang harus anda lakukan.

                Ayolah, seberapa buruk sih diri kita sehingga kita tidak bisa menerimanya bahkan membencinya. Masih banyak loh yang lebih buruk dari kita, namun lebih semangat dari kita. Tidak ada manusia yang sempurna, ingat itu dengan baik.

                Percayalah, jika anda melihat ada manusia yang sempurna itu artinya anda yang tidak melihat orang tersebut secara sempurna, orang tersebut pasti memiliki kekurangan, hanya saja kita yang tidak memperhatikanya. Kita hanya focus pada kesempurnaanya dan membandingkan diri kita sebagai manusia yang buruk.

                Untuk mengakhiri artikel ini saya persembahkan sebuah lirik lagu Last Child - Percayalah

                Ujian hidup yang selalu menerpamu, yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara. Rasa perih yang hujan di hatimu, yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara. Kita hidup di dunia yang penuh tanda Tanya.

                Yang tak mungkin dapat kau ubah dan terpaksa mengikutinya, kita berada diantara benar atau salah, yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa. Berdoalah, sampaikan pada Tuhan keluh kesahmu, Dia kan menjawabnya. Percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya kepadamu melalui jalannya, percayalah.

                Wahai kamu yang tak seperti mereka, yang terlihat cerah menjalani hidupnya. Pandangan hidup yang selalu lihat keatas saja, jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya.

                Bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu, Dia yang menguatkannya. Memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu, melalui jalannya,percayalah.

 

               


EmoticonEmoticon

paling banyak dibaca